Senin, 13 April 2009

Regresi Berganda

Output Regresi Berganda

Analisis Regresi Berganda

Tabel VARIABLES ENTERED menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang dikeluarkan, atau dengan kata lain kedua variabel bebas dimasukkan dalam perhitungan regresi.

Model Summary
Angka R square adalah 0,952. Hal ini berarti 95,2% sales perusahaan bisa dijelaskan oleh variabel biaya promosi dan outlet yang disewa. Sedangkan sisanya (100% - 95,2% = 4.8%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain.
Standard Error of Estimate adalah 9,75 atau Rp 9,75 juta (satuan yang dipakai adalah variabel dependen, atau dalam hal ini adalah sales).

Model ANOVA
Dari uji ANOVA atau F test, didapat F hitung adalah 118,294 dengan tingkat signifikansi 0,000. Oleh karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi sales. Atau bisa dikatakan, Promosi atau Luas Outlet yang disewa secara bersama-sama berpengruh terhadap sales.

Coefficients
Tabel ini menggambarkan persamaan regresi:
Y = 64,639 + 2,342 X1 + 0,535 X2
Dimana:
Y = Sales
X1 = Biaya Promosi
X2 = Luas Outlet
Konstanta sebesar 64,639 menyatakan bahwa jika tidak ada Biaya Promosi atau Outlet yang disewa perusahaan, maka Sales adalah Rp 64,639 juta.
Koefisien regresi X1 sebesar 2,342 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) 1% Biaya promosi akan meningkatkan sales sebesar 2,342%.
Koefisien regresi X2 sebesar 0,535 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) Luas Outlet yang disewa akan meningkatkan sales sebesar 0,535%.

Uji t untuk menguji signifikansi konstanta dan variabel dependen (promosi).
Hipotesis:
Hipotesis untuk kasus ini:
H0 = Koefisien regresi tidak signifikan
Hi = Koefisien regresi signifikan

Pengambilan Keputusan:
BerdasarkanProbabilitas
Jika probabilitas > 0.05 maka H0 diterima
Jika probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak

Keputusan:
Terlihat bahwa pada kolom Sig/Significance adalh 0,000, atau probabilitas jauh dibawah 0,05, maka H0 ditolak, atau koefisien regresi signifikan terhadap sales.
Demikian juga untuk analisis konstanta dan variabel outlet dengan dua cara tadi dihasilkan angka konstanta dan otlet yang signifikan.
Uji yang sama , jika diterapkan pada variabel outlet, akan menghasilkan kesimpulan yang sama, yaitu variabel Outlet benar-benar terapengaruh terhadap sales.



Selasa, 07 April 2009

Definisi Signifikansi

Dalam dunia statistik, dikenal istilah signifikansi, yang berasal dari kata significance yang kurang lebih diterjemahkan sebagai tingkat kesalahan, atau seberapa besar tingkat kepercayaan yang dihasilkan.
Dalam bahasa Inggris umum, kata, "significant" mempunyai makna penting; sedang dalam pengertian statistik kata tersebut mempunyai makna “benar” tidak didasarkan secara kebetulan. Hasil riset dapat benar tapi tidak penting. Signifikansi / probabilitas / α memberikan gambaran mengenai bagaimana hasil riset itu mempunyai kesempatan untuk benar. Jika kita memilih signifikansi sebesar 0,01, maka artinya kita menentukan hasil riset nanti mempunyai kesempatan untuk benar sebesar 99% dan untuk salah sebesar 1%. Secara umum kita menggunakan angka signifikansi sebesar 0,01; 0,05 dan 0,1. Pertimbangan penggunaan angka tersebut didasarkan pada tingkat kepercayaan (confidence interval) yang diinginkan oleh peneliti. Angka signifikansi sebesar 0,01 mempunyai pengertian bahwa tingkat kepercayaan atau bahasa umumnya keinginan kita untuk memperoleh kebenaran dalam riset kita adalah sebesar 99%. Jika angka signifikansi sebesar 0,05, maka tingkat kepercayaan adalah sebesar 95%. Jika angka signifikansi sebesar 0,1, maka tingkat kepercayaan adalah sebesar 90%. Pertimbangan lain ialah menyangkut jumlah data (sample) yang akan digunakan dalam riset. Semakin kecil angka signifikansi, maka ukuran sample akan semakin besar. Sebaliknya semakin besar angka signifikansi, maka ukuran sample akan semakin kecil. Unutuk memperoleh angka signifikansi yang baik, biasanya diperlukan ukuran sample yang besar. Sebaliknya jika ukuran sample semakin kecil, maka kemungkinan munculnya kesalahan semakin ada.
Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut:
  • Jika angka signifikansi hasil riset <>
  • Jika angka signifikansi hasil riset > 0,05, maka hubungan kedua variabel tidak signifikan